Have an account?

Selasa, 04 Mei 2010

Rumah Adat Melayu Ketapang

Rumah Adat Melayu Ketapang, dari Kota Ketapang dengan mengendarai mobil ataupun motor, bisa ditempuh dalam waktu sekitar 10 menit, Kondisi jalan juga sudah mulus dan tempat parkir juga luas. Diobjek wisata Rumah adat Melayu ini masyarakat selain dapat menikmati pemandangan ciri khas rumah adat melayu yang terbuat dari kayu, kita juga dapat duduk-duduk santai di tepian sungai sambil menikmati pemandangan indah yang ada disekitar rumah adat tersebut.
Sebagai daerah yang memiliki kekayaan seni dan budaya,Kabupaten Ketapang menyimpan potensi besar dalam obyek wisata seni dan budaya. Salah satu obyek wisata yang menyimpan potensi cukup besar adalah Rumah adat Melayu. Rumah kayu atau rumah kampung pada suatu masa dulu boleh dikatakan tidak asing bagi orang Melayu.

Masyarakat mengatakan Terlebih dengan bertambah lagi sarana wisata di tanah kayong ini yaitu Rumah Adat Melayu. Rumah adat bercorak melayu ini adalah satu padepokan seni dan budaya melayu yang letaknya tak jauh dari Kota Ketapang, kira kira 2 km dari kota Ketapang, tepatnnya di kelurahan Mulia Baru Kec. Delta Pawan.


Hembusan angin begitu terasa ketika memasuki kawasan rumah adat melayu ini. Rumah adat melayu ini adalah sebuah obyek wisata yang menjadi alternatif warga Kota Ketapang untuk sekedar melepaskan kepenatan dari rutinitas yang dilalui. Tiupan angin sepoi-sepoi, semakin membuat betah untuk berlama-lama disini, terutama bagi orang yang mengagumi keindahan.

Pada sore hari terlebih lagi pada hari Minggu biasanya, di sepanjang lokasi wisata tersebut terlihat ramai pengunjung yang menikmati pemandangan yang memang mengagumkan. Juga tampak beberapa pasangan muda-mudi berjalan dan duduk santai disepanjang rumah adat tersebut, sembari menikmati pemandangan dibawahnya karena rumah adat melayu ini cukup tinggi. Di sudut lain, terlihat beberapa pemuda dengan diselingi senda gurau bermain sepakbola di halaman berpasir sekitar lokasi rumah adat melayu. Ada pula sekelompok orang yang ternyata lebih serius membahas berbagai program meskipun di lokasi wisata Rumah adat.


Objek wisata ini juga berhadapan dengan sungai dan banyak sekali orang-orang yang duduk santai di atas dermaga kecil sambil memancig dan ada juga pengunjung yang menggelar tikar dan menikmati hidangan bekalan ala kadarnya.


Supported by :


12 komentar:

Freedom Borneo mengatakan...

eh mantap gik ye jank rumah adat di kite t..........

senja mengatakan...

selamat malam sobat baru ^^

makasih ya udh mampir dan kmntr di rmhku,salam kenal juga ^^

Yudi mengatakan...

Freedom : Mantap lah jank ....Ketapang gto lho..Makasih jank atas kunjunganye dan komentar nya .....Salam Blogger ketapang....

Senja : Selamat malam juga sobat baruku ...Iya sama-sama kok...makasih juga udh mau berkunjung kerumahku.......

Freedom Borneo mengatakan...

salam, bro............

udng2 am kawan2 kite nyan... buat mauk CBK kite.........

hehhehe...........

Yudi mengatakan...

Siip.....Kpan2 kite ade kan sosialisai ke kwan2 tentang blogger ...gmne ???? heheheheee

Freedom Borneo mengatakan...

mantap bah, susun jak jadwalnye tar tinggal kite ajukan ke bOz kite...

Yudi mengatakan...

Freedom borneo : hehehee....siip am.....Kau ye jank yang jdi ketue nye .....siip dak ee..

Freedom Borneo mengatakan...

bah ye, adak am coZ, ape lah aku nin, dk pantas ak jadi ketue t, masih ade yg lebih baik dari aku gik,....

Yudi mengatakan...

Freedom borneo : Ush merendahkan diri lah lor ...santai jak ...heheheheheee.....

Radja Mantra mengatakan...

Ya Allah,,,tegenang tau dgn tanah kayong nen...!!!

AGUS mengatakan...

sekitar tahun 1940an kampung/desa BANYAK ,KETAPANG sekarang berganti apa yaa,mohon informasi jika ada yang tahu?

Robertus Sutardi mengatakan...

I have been looking for travel blog website, I’m glad I stumbled over this. Online Travel Agencies

Posting Komentar