Have an account?
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Juni 2010

Sejarah Teknologi Dalam Pendidikan


Pada abad ke-21, teknologi yang cepat muncul sebagai komponen penting dalam pengajaran, pembelajaran dan reformasi di Amerika. Meskipun aset berharga, teknologi sendiri tidak bisa mengajarkan keterampilan yang diperlukan bagi siswa untuk kemajuan di sekolah. Guru masih harus mengajar dan model dalam pengaturan ruang kelas agar mereka untuk secara efektif menyampaikan informasi kepada siswa. Teknologi merupakan alat yang memperkuat guru mengajar dan cara yang baik bagi individu untuk terus belajar.

Sejarah

Teknologi telah menikah untuk pendidikan selama beberapa dekade, dimulai dengan penciptaan tabung vakum berbasis komputer pertama pada tahun 1946, dengan bantuan beberapa universitas. Sepuluh tahun kemudian teknologi ini memainkan peranan yang lebih besar, lebih kuat ketika Rusia meluncurkan satelit Sputnik ke angkasa mereka. Selama waktu ini, sekolah masih patuh dengan sistem yang menyoroti guru sebagai fasilitator dan sumber hanya siswa menerima informasi dari dalam kelas. Meskipun demikian, peluncuran Sputnik melompat-dimulai reformasi pendidikan di Amerika Serikat, yang membawa uang dari Pertahanan Nasional Undang-Undang Pendidikan dan mulai menyediakan sekolah dengan teknologi.

Fitur

Teknologi adalah penting dalam pendidikan, karena menawarkan siswa di semua tingkat sekolah beberapa alternatif untuk belajar lebih cepat. Ini adalah aset berharga bagi muda, dewasa dan khusus kebutuhan siswa. Untuk siswa muda, teknologi secara dramatis akan mengurangi kesempatan mereka yang berjuang ketika mereka bergerak maju melalui sekolah. Selain itu, anak-anak yang menjadi akrab dengan teknologi menunjukkan peningkatan besar dalam mereka membaca, menulis dan keterampilan matematika. Orang dewasa sangat manfaat dari teknologi juga. Teknologi memungkinkan orang dewasa untuk terus belajar, mengembangkan keterampilan kuat yang akan membantu dalam hampir semua karir dan transisi menjadi warga negara yang halus. Untuk siswa kebutuhan khusus, berbagai jenis perangkat lunak tidak hanya akan menguntungkan mereka secara mental, tetapi secara fisik juga. Tergantung pada kekurangannya, gerakan-gerakan yang sebenarnya dan manipulasi joysticks, alas mouse, dan tangan lainnya memegang perangkat dapat memperkuat tangan dan mata koordinasi dan kelemahan fisik lainnya.

Signifikansi

Teknologi Menggabung dan akademisi di dalam kelas untuk meningkatkan konten akademis menyediakan alat pembelajaran bagi siswa, di samping instruksi langsung. Guru dapat cetakan teknologi untuk membantu memperkuat banyak mata pelajaran, serta struktur untuk mengakomodasi gaya belajar banyak. Karena semuanya pada 2010 adalah ada hubungannya dengan teknologi, mahasiswa, bahkan mereka pada tingkat dasar, sudah memiliki beberapa indikasi bagaimana teknologi memiliki kemampuan untuk meningkatkan pembelajaran.

Peringatan

Meskipun mengintegrasikan teknologi ke dalam kelas telah banyak hasil yang menjanjikan, tantangan potensial ada juga. Salah satu tantangan utama adalah bahwa siswa memiliki kecenderungan untuk cepat bosan dan terlena ke situs-situs lain. Mereka harus sepenuhnya menyadari apa yang diharapkan guru dari mereka, serta hasil dari apa yang bisa salah jika mereka tidak menggunakan teknologi dengan bijak. Selain itu, teknologi bisa menjadi tantangan bagi guru jika dia tidak memiliki jumlah yang cukup dari pelatihan yang berasal dari perkembangan profesional web berbasis.

Pencegahan atau Solusi

Guru harus merencanakan strategis untuk penggabungan teknologi di dalam kelas. Jika dia tidak, dia tidak akan melayani daerah-daerah target yang ia mungkin mencoba untuk memperkuat. Hal ini hanya akan mencerminkan teknologi masa lalu, ketika guru siswa diperbolehkan untuk menggunakan sebuah ensiklopedia untuk mengumpulkan informasi. Guru harus berkomunikasi dengan siswa persis apa tujuan mereka belajar dan hasil ini, sehingga mereka dapat memanfaatkan pelajaran mereka. Seperti guru, sesi pengembangan staf di teknologi sangat penting, karena mereka akan lebih siap dan memiliki kepercayaan diri yang diperlukan untuk melaksanakan pelajaran berbasis teknologi.

Read More ..

Jumat, 14 Mei 2010

Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Ketapang, tak hanya sarana transportasi di daerah saja yang menjadi keluhan masyarakat Ketapag selama ini. Tetapi bidang pendidikan juga perlu perhatian. Karena itulah, selain memenuhi jumlah guru di sekolah yang terbatas, hendaknya program-program seritifikasi dan instensif guru harus lebih mengutamakan di daerah terpencil.

Kenyataan yang ada sekarang di daerah Ketapang, justru guru di daerah terpencil sangat minim. Gaji terbatas yang mereka terima, justru berhadapan dengan kenyataan biaya hidup yang mahal. Tak bisa dipungkiri lagi, guru yang ditugaskan di daerah terpencil banyak yang tak tahan, kemudian mengajukan pindah ke daerah perkotaan. Akibatnya jumlah guru yang sudah minim di daerah terpencil, justru bertambah minim.Kenyataan memang demikian, banyak guru-guru yang tak tahan tugas di daerah pedalaman, selain harga sembako yang mahal, mereka jgua yang ditugaskan di sana perlu beradaptasi dengan lingkungan sosial dan budaya setempat, dan faktor lain-lainnya. Dalam hal ini Pemeritah Ketapang perlunya memperhatikan dengan serius terhadap sektor pendidikan di Kabupaten Ketapang, salah satunya ditandai dengan tingkat ketidaklulusan siswa. Walaupun kelulusan bukan satu-satunya standar untuk melihat keberhasilan siswa, namun untuk meningkatkan kelulusan siswa perlu juga distandarkan sarana sekolah. Demikian juga dengan jumlah guru yang disertifikasi. Saat ini yang ada hanya angka kelulusan yang distandarkan, sedangkan jumlah guru sesuai mata pelajaran serta sarana sekolah masih belum distandarkan.

Ketidak lulusan siswa itu bukanlah sepenuhnya menjadi kesalahan pihak Diknas atau bagian dari pihak sekolah itu sendiri. Tetapi, para orang tua juga harus pro aktif dan selalu memberikan ketegasan kepada anaknya mengingat tanpa adanya rasa kebersamaan untuk memberikan dukungan dan support kepada anak tidak mustahil kegagalan akan terjadi. Untuk itu sangatlah wajar apabila pihak Disdik untuk merubah pola dan strategi pembelajaran tambahan, khususnya bagi siswa yang akan menghadapi ujian nasional. Hal ini harus ada kerja keras dan kerja sama antara pihak sekolah, guru, orang tua siswa. Tapi, tanpa adanya kerjasama dan implementasi yang intensif dan pihak sekolah dan orang tua, maka semuanya itu hanya impian belaka. Saya berharap, semoga Kabupaten Ketapang untuk UN mendatang akan memperoleh hasil yang lebih baik dari tahun sebelumnya............Amin

Read More ..

Senin, 10 Mei 2010

Dampak Negatif Internet

Perkembangan dunia maya di masyarkat kita tidak bisa lagi di hindari dari dampak negatif Internet dari teknologi ini sendiri. Alasan utama kenapa masyarakat awam sangat mudah tepengaruh dengan internet ini sendiri, yakni apa bila ingin melihat situs porno tidak perlu pintar berbahasa inggris cukup mengetikan keyword “XXX” pada mesin pencari maka semua situs porno akan muncul.

Padahal kita tahu bahwa media berperan sangat penting terhadap perubahan tingkah laku, moralitas, sikap, pola pikir masyarakat kita, terutama generasi muda. Dan ironisnya, hingga saat ini, kita dapat dengan mudah menjumpai DVD porno bajakan, komik/majalah porno, acara TV yang merusak (berputar pada masalah cinta, hedonisme, gosip, ramalan/reg, pergaulan bebas, mistis-religius), dan terakhir situs porno yang tanpa difiltrasi oleh pemerintah.


Sehingga saat ini, terkesan menjadi lumrah ketika seorang remaja SMP menjadi penjajah seks, siswi kelas 2 SMP yang telah berganti-ganti pasangan, siswi SMU yang telah aborsi hingga 2 kali, oral seks, petting, dan segala macam tingkah laku tidak etis telah menjalar kepada generasi muda kita, genarasi penerus bangsa. Belum lagi perilaku konsumtif, hedonisme, hingga kekerasan dan perkosaan. Dan dalam hal ini, faktor lingkungan atau media memiliki andil, selain faktor keluarga dan sekolah.


Dengan jumlah pengguna internet yang sangat besar pemerintah wajib mengambil peran penting dalam mencegah sisi negatif menular ke masyarakat kita, terutama generasi muda.Pemerintah harus berperan dikarenakan internet telah menguasai hajat hidup orang banyak, maka pemerintah harus melindungi masyarakat. Dan undang-undang yang telah dibuat dengan dana hingga puluhan miliar rupiah sudah semestinya dijalankan dengan bijak dan tegas. Jika tidak, masyarakat akan semakin tidak percaya pada semua produk hukum yang ada. Seolah-olah kedua UU tersebut hanya diperuntukkan untuk ‘membinasakan’ masyarakat kecil (ekonomi, budaya) daripada kepentingan pemodal besar di stasiun TV, internet, cukong DVD bajakan, atau bos majalah porno.

Berdasarkan rangking situs Alexa.com, tercatat ada 6 situs porno yang paling banyak dikunjungi oleh masyarakat Indonesia, yakni:
1. du**a*e*.com
2. re**u*e.com
3. yo**o**.com
4. po****b.com
5. adul***i*n*f***er.com
6. t***8.com

Supported by :

Read More ..

Minggu, 09 Mei 2010

Kualitas Pendidik Harus Diutamakan

Kualitas pendidik harus menjadi hal yang paling utama ditekankan bagi sekolah-sekolah di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat Kabupaten Ketapang, agar mutu pendidikan dan pembelajaran siswa semakin meningkat. Kendati demikian, perhatian pada peningkatan kualitas pendidik tersebut tidak hanya mengharapkan program dan kebijakan pemerintah.

Menurut saya, program dan kebijakan pemerintah memang perlu, misalnya melalui sertifikasi guru. Namun, yang lebih penting, hal itu bisa dilakukan oleh sekolah itu sendiri, baik melalui dana milik sekolah maupun dana dari pemerintah itu sendiri,

Melalui dana milik sekolah dan dana dari pemerintah, sekolah dapat menggunakannya untuk memberikan training atau pelatihan kepada guru atau pendidik di sekolah maupun di luar sekolah. “Intinya, pendidik tersebut nantinya dibentuk menjadi pembelajar seumur hidup. Berdasarkan data masih banyak permasalahan guru yang saat ini jumlahnya 2.783.321 orang, termasuk sekitar 477.000 orang di antaranya adalah guru di bawah Departemen Agama.Selain itu, pendataan guru yang belum selesai tuntas menyebabkan kesulitan untuk mengetahui peta penyaluran dan permintaan. Apalagi, distribusi guru di daerah-daerah terpencil belum merata itu pun dengan catatan guru bersangkutan tersebut sedang menyelesaikan pendidikan S1. Permasalahan lain terkait dengan guru adalah belum semua guru mendapatkan program peningkatan kompetensi mereka.

Supported by :


Read More ..

Rabu, 28 April 2010

Sosialisasi SNMPTN

Ratusan siswa Kelas XII SMA/SMK di Kota Ketapang, Minggu (25/4) mengikuti sosialisasi Try Out Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2010 di ruang pertemuan Bappeda Ketapang. Sosialisasi itu memfasilitasi para pelajar, serta membuka wawasan memasuki jenjang perguruan tinggi. “Pelaksanaan pembangunan menuntut sumber daya manusia yang berkualitas,” kata Drs H.Bachtiar, Sekda Ketapang, yang mewakili Bupati.Untuk menciptakan SDM yang berkualitas tentu melalui tahapan dengan belajar bersungguh-sungguh. Sekda mengajak para pelajar untuk memanfaatkan sosialisasi dengan sebaik-baiknya. Menurut sekda, peminat untuk masuk ke perguruan tinggi negeri sangat besar, sedangkan kesempatan yang ada sangat terbatas.Semakin banyak masyarakat yang berpendidikan, tandas Sekda Ketapang, maka akan mempermudah menerima hasil pembangunan yang konsekuensinya selalu membawa perubahan.

Sementara itu, Kepala BAAK Untan, Drs Amir Dahlan mengungkapkan berbagai jalan untuk masuk Perguruan Tinggi. Salah satunya melalui seleksi local, yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anak daerah untuk menjadi mahasiswa. Menurut Drs Amir Dahlan, seleksi local ini menampung 50 persen dari jumlah mahasiwa yang diterima. Adapun pendaftaran seleksi local ini sedang berlangsung dari tangga 19-30 April 2010. Proses ujian dilaksanakan 5-6 Mei 2010. Jika tak lulusa dalam seleksi local, calon mahasiswa masih punya kesempatan ikut dalam SNMPTN secara nasional yang dilaksanakan tanggal 18-19 Juni 2010.“Calon mahasiswa hendaknya mengikuti prosedur yang telah ditentukan, selain itu jangan terpancing dengan rayuan oknum-oknum yang tak bertanggungjawab seperti penjokian dan calo yang menjanjikan untuk masuk ke perguruan tinggi,” ujarnya.

Sosialisasi SNMPTN itu juga dihadiri Kepala Bappeda Ketapang, H.Farhan SE, M.Si, dan Kabag Humas Setda Ketapang, Muslimin S.Ip,. Sementara itu, Rahimi Ketua pelaksana sosialisasi Try Out SNMPTN-Ketapang menegaskan kegiatan itu dilakkan Forum Silaturahmi Pemuda Ketapang Serantau. Forum ini selain memfasilitasi mahasiwa yang mengikuti PT Negeri maupun swasta juga akan membuat posko untuk membantu calon mahasiswa pada saat pendaftaran. Untuk memperlancar proses pendaftaran, juga berbagi info yang diperlukan oleh pendaftar seperti penjaringan dan lain-lain.(ndi)

Sumber :Pontianak Post

Supported by :

Read More ..

7.201 Siswa Kalbar Tak Lulus UN

Pontianak - Sebanyak 7.201 siswa sekolah menengah atas/sederajat di Kalimantan Barat tidak lulus Ujian Nasional (UN) atau sekitar 18 persen dari 37.986 siswa peserta ujian tahun ajaran 2009 - 2010. Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kalimanatan Barat Aloysius Akim di Pontianak, Senin, mengatakan, angka kelulusan SMA/sederajat berkisar 87,53 persen atau meningkat dari tahun lalu sekitar 83 persen, sementara untuk SMK sekitar 67,56 persen.Dari 7.201 siswa yang tidak lulus tersebut, untuk tingkat kelulusan SMA/MA sekitar 90,56 persen dari 28.091 peserta, terdiri dari lulus sebanyak 24.094 siswa dan tidak lulus 3.997 siswa.

Untuk SMK dari 9.877 siswa, sebanyak 6.673 peserta lulus dan tidak lulus 3.204 peserta atau sekitar 67,56 persen, kata Akim.Kepala Dinas menjelaskan, pada UN SMA/sederajat tahun ajaran 2009-2010, khusus mata pelajaran Bahasa Inggris memiliki nilai cukup anjlok dengan rata-rata 6,91 dibanding tahun lalu 7,00, sementara untuk mata pelajaran lainnya cenderung bervariasi.

Ia menyatakan, untuk siswa yang tidak lulus UN, bisa mengikuti ujian ulangan pada 10-14 Mei 2010. “UN ulangan untuk mata pelajaran yang dinyatakan tidak lulus, dan nilai yang akan digunakan yaitu nilai tertinggi,” ujarnya.

Kalau ternyata siswa yang mengikuti UN ulangan juga tidak lulus lagi, maka jalan terakhirnya siswa yang bersangkutan bisa mengikuti ujian Paket C, kata Akim.Adapun nilai tertinggi untuk kabupaten/kota meliputi jurusan IPA yakni Kota Pontianak dengan rata-rata 47,09, dan Landak 40,24. Jurusan IPS tertinggi Kota Pontianak 42,50, terendah Kabupaten Kayong Utara 37,41. Jurusan Bahasa Indonesia tertinggi Kabupaten Sanggau 43,22, terendah Kota Pontianak 38,62. Untuk SMK, di Kabupaten Sekadau tertinggi dengan nilai rata-rata 35,17, dan terendah Kabupaten Ketapang 27,23.

Akim menambahkan, ada tujuh sekolah SMA/sederajat milik swasta yang tidak ada satupun siswanya lulus UN di tahun ajaran 2009-2010 dari 374 unit SMA/sederajat di Kalbar. Untuk SMK juga sekitar tujuh SMK yang siswanya tidak ada yang lulus dari 149 SMK di Kalbar. Pengelola SMA/sederajat di Provinsi Kalbar akan mengumumkan kelulus mulai pukul 15.00 WIB, hari ini di sekolah masing-masing. ant


Sumber :http://www.surya.co.id

Supported by :

Read More ..

Lulusan SMK Dibutuhkan Dunia Kerja

KETAPANG-Lulusan SMK yang menganggur jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah lulusan SMA. Indikator tersebut menunjukkan SMK lebih dibutuhkan dunia kerja. Bupati Ketapang H Morkes Effendi SPd MH, menegaskan Pemkab Ketapang terus mengadakan kebijakan untuk menggenjot peningkatan jumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Ketapang. “Tujuannya memenuhi kebutuhan tenaga trampil di daerah,” kata Bupati.

Pengembangan SMK menjadi kebijakan strategis untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan, ujarnya. Bupati juga mengajak para orang tua untuk tidak ragu menyekolahkan anaknya pada SMK yang ada di Ketapang. “Pilihlah SMK sesusai kejuruannya seperti pertanian, perikanan, peternakan dan bidang industri,” ujarnya.Kepala Dinas Pendidikan Kabupatn Ketapang Drs HM Mansyur Idrus MSi, menegaskan lulusan SMK jauh lebih dibutuhkan dunia kerja. Karena di sekolah mereka diberikan keterampilan sesuai jurusan yang diinginkan. “Jadi target SMK sangat jelas, yakni mempersiapkan lulusan yang siap kerja, kendati tidak tertutup kemungkinan untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi,” kata Kadis pendidikan Ketapang.(ndi)


Sumber : Pontianak Post

Supported by :

Read More ..

Pendidikan Gratis Di Ketapang

KABUPATEN Ketapang sangat dimungkinkan melakukan penerapan pendidikan gratis seperti halnya yang dilakukan Kabupaten Kayong Utara. Namun kebijakan ini tidak serta-merta diterapkan bagi semua masyarakat, akan tetapi difokuskan pendidikan gratis bagi masyarakat miskin.“Sangat dimungkinkan sekali pendidikan gratis diberlakukan di Ketapang akan tetapi fokusnya bagi warga miskin berdasarkan standar-standar sesuai tingkatan jenjang pendidikan sekolah, serta pertimbangan dan perhitungan yang jelas, sehingga program ini tepat sasaran,” ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Ketapang, Farhan, baru-baru ini kepada Pontianak Post.

Ia mengakui APBD Ketapang tahun lalu yang mencapai Rp 700-an miliar lebih cukup besar. Dengan pendapatan asli daerah yang mencapai kurang lebih Rp 26 milyar. Seluruh pemasukan yang menjadi kas daerah harus dikelola dengan baik. Uang yang masuk ke kas akan dibagikan ke seluruh sektor pembangunan, baik pendidikan, kesehatan, infrastuktur dan lain sebagainya. “Jadi ongkos pembangunan yang dialokasikan ke berbagai sektor tersebut harus dihitung agar tidak timpang dengan melakukan penentuan skala prioritas program pembangunan,” jelasnya. Program prioritas ini, lanjut Farhan, adalah program yang memiliki dampak ganda. “Apabila kita melakukan pembangunan seperti halnya infrastuktur harus mampu mengangkat kehidupan sosial, ekonomi masyarakat,” timpalnya. Sehingga program pembangunan yang dilakukan tepat sasaran.

Mengenai pendidikan gratis ini, lanjut Farhan, pemkab tidak ingin terjebak pada euphoria pendidikan gratis. Ia khawatir apabila terlalu dipaksakan maka hasilnya kurang maksimal, yakni terjadinya ketimpangan pembangunan. Ia mengaku salut kepada pemkab Kayong Utara yang sudah mampu menerapkan pendidikan dan kesehatan gratis. Namun soal program pendidikan gratis butuh tahapan dan proses sesuai sistem pembuatan program pembangunan itu sendiri, seperti Musrenbang.
Untuk penerapan pendidikan gratis, kata dia, pemkab harus melakukan pendataan dan inventarisasi yang benar soal pendidikan. Mulai dari jumla sekolah, murid, guru, fasilitas, sarana dan prasarana, serta jumlah warga miskin yang akan dibantu. Bagaimanapun penerapan pendidikan gratis tak semuda membalikkan telapak tangan butuh usaha keras. Saat ini pemkab Ketapang fokus peningkatan kualitas sarana dan prasaran pendidikan. Ia berharap kedepannya wacana pendidikan gratis ini terwujud. (har)

Sumber : Pontianak Post

Supported by :

Read More ..

Rabu, 21 April 2010

Fenomena Standard Kelulusan SMU

Akhir-akhir ini banyak terdengar di beberapa media massa Indonesia tentang tinggi nya standard kelulusan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah, standard untuk kelulusan tahun ini adalah 5,5 . Akibat dari naiknya standard ini menyulut reaksi para remaja SMU yang bisa dikatakan cemas, geram dan takut akan ancaman tidak lulus. Dari ulasan beberapa media di Indonesia tidak sedikit dari mereka yang menangis ketika selesai mengerjakan soal UAN terutama Matematika, Karena menurut mereka soal yang mereka hadapi ini jauh lebih susah dari soal-soal yang mereka temui di try out atau soal UAN tahun-tahun sebelumnya.

Fenomena ini sebetulnya sudah terjadi tiap tahun semenjak Pemerintah Indonesia menetapkan untuk menaikan standard kelulusan SMU pada tiap tahunnya. Saya pribadi termasuk orang yang setuju dengan ide Pemerintah kita, karena yang saya tahu standard kelulusan Negara tetangga bahkan jauh dari standard yang kita punya, Itu sebabnya kenapa mutu pendidikan kita harus segera dibenahi karena jika tidak SDM kita akan kalah bersaing dengan SDM yang dimiliki oleh Negara tetangga.

Banyak anak SMU sekarang yang mengatakan betapa beruntungnya mereka yang telah lulus SMU pada tahun sebelum-sebelumnya karena standard yang belum setinggi sekarang.Memang ada benarnya apa yang dikatakan mereka, tapi mari kita renungkan kembali mengapa standard ini menjadi semakin tinggi pada tiap tahunnya? Ini dikarenakan mutu dan tingkat pengetahuan remaja saat ini pun jauh lebih tinggi dibandingkan dengan generasi sebelumnya ,segala akses ke media informasi sekarang semakin mudah sejak kencangnya penetrasi internet yang bisa dikatakan jauh lebih baik dibandingkan jaman ketika saya SMU dulu. Jadi, jangan membandingkan dengan keadaan pada 10 tahun kebelakang, karena waktu berjalan kedepan. Sungguh kecil hati seseorang jika membandingkan segala sesuatunya kebelakang karena jaman sudah semakin maju dan persaingan juga semakin ketat, dulu mencari pekerjaan tidak lah sesusah saat ini, dan bisa dibayangkan bagaimana lebih susahnya lagi mendapat pekerjaan di masa depan? Oleh karena itu dengan memperbaiki system dan standard pendidikan kita diharapkan dapat menghasilkan kualitas SDM yang sanggup berkompetisi bukan hanya secara nasional namun secara Global di masa yang akan datang. Sehingga SDM bangsa kita pun diakui di mata Internasional.

Harus di ingat bahwa perubahan yang positif pasti membuat segala sesuatunya lebih baik dan mereka yang dinamis terhadap perubahan lah yang akan selalu memenangkan persaingan sedangkan mereka yang resistance terhadap perubahan pasti tidak akan lolos dari seleksi jaman, karena ini semua adalah bentuk dari tuntutan jaman dimana kita berada di dunia yang sudah semakin datar dan tak ada lagi sekat yang menghalangi baik antar Negara bahkan maupun Benua sehingga persaingan pun semakin panas dan meng-global ,sedemikian inten di setiap aspek kehidupan. Jadi tetap positive thinking dan hadapilah setiap perubahan yang kita temui.

Supported by :

Read More ..

Jumat, 16 April 2010

UN, Siapa Yang Harus Disalahkan??


Beberapa tahun ini, dunia pendidikan di Indonesia sedang gencar dalam meningkatkan “mutu pendidikan” yang diukur dengan lulus tidaknya seorang siswa dalam menghadapi Ujian Nasional (UN). Sehingga diharapkan menghasilkan lulusan yang berkualitas untuk mendongkrak kesuksesan di masa depan. Akan tetapi, kelulusan tidak diputuskan oleh sekolah yang bersangkutan melainkan ditetapkan oleh pemerintah dan diukur dengan standar nilai yang telah ditentukan.

Dengan adanya peraturan yang seperti itu, maka seorang siswa divonis lulus jika nilai yang dihasilkan dalam Ujian Nasional (UN) memenuhi standar nilai yang telah ditentukan oleh pemerintah. Lalu apa artinya belajar sekian tahun di sekolah, jika yang menentukan kelulusan hanya Ujian Nasional (UN) yang hanya terdiri dari beberapa mata pelajaran saja. Tapi apa gunanya kita mempermasalahkan keputusan pemerintah ini, toh peraturan ini telah dilaksanakan dalam beberapa tahun ini. Tapi, apa yang terjadi dibalik Ujian Nasional (UN)? Dari tahun ke tahun selalu saja ada kontroversi yang terjadi dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN), dan kejadiannya pun bermacam-macam.

Pertama, banyaknya siswa yang tidak lulus. Kontroversi ini lebih terasa di tingkat SMA. Dalam kejadian ini siswa merasa di rugikan dengan adanya peraturan pemerintah tentang Ujian Nasional (UN) melalui standarisasi nilai yang telah ditetapkan. Siswa merasa pemerintah tidak adil, karena perjuangan siswa selama 3 tahun belajar di sekolah hanya dinilai dengan beberapa mata pelajaran yang diujinasionalkan. Yang ironisnya, dari sekian banyak siswa yang tidak lulus itu, ternyata ada pula siswa yang kesehariannya berprestasi di sekolah termasuk ke dalam golongan siswa yang tidak lulus. Padahal siswa tersebut telah dipastikan dapat menempuh Ujian Nasional (UN) dengan nilai yang sangat memuaskan. Tapi kenyataan berkata lain, sungguh menyedihkan.

Kedua, adanya kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Dengan adanya kontroversi yang pertama, intansi sekolah merasa takut dan pesimis terhadap kemampuan para siswanya. Dengan itu sekolah pun berupaya agar para siswanya 100% lulus, tapi sayang jalan yang ditempuh oleh beberapa intansi sekolah sangatlah tidak sportif, yaitu dengan cara membantu siswa dalam mengisi jawaban soal Ujian Nasional (UN) dengan memberikan jawaban soal kepada siswa. Yang anehnya, mengapa soal Ujian Nasional (UN) dapat dengan mudah jatuh ke tangan beberapa intansi sekolah. Padahal soal-soal tersebut telah dijaga dengan seaman mungkin, tapi tetap saja itu tidak menjamin.

Ketiga, dengan adanya kontroversi yang kedua, menjadi pemicu bagi siswa untuk berleha-leha dalam menghadapi Ujian Nasional (UN) karena siswa berpikiran pasti dibantu oleh sekolahnya toh tidak ada intansi sekolah yang menginginkan siswanya tidak lulus. Dengan demikian, apakah semua ini yang disebut meningkatkan “mutu pendidikan”?



Sumber :http://duniapendidikan.wordpress.com/

Supported by :

Read More ..

Jumat, 09 April 2010

Fenomena UAN

Kembali UAN di ambang pintu. Para siswa-siswi SD, SMP, dan SMA khususnya sibuk mempersiapkan diri dengan mengikuti berbagai bimbingan belajar baik di Sekolah maupun di luar Sekolah. Try out-try out juga digelar hampir tiap pekan di Sekolah masing masing. Pihak sekolah termasuk Kepala Sekolah dan guru-guru juga sibuk mempersiapkan siswa-siswinya. Mulai dari mengadakan try out yang diberikan oleh Diknas atau Instansi terkait lainnya, mengadakan Les tambahan sore harinya, sampai melakukan analisis terhadap soal-soal try out dan daya serap siswa terhadap soal-soal tersebut.

Tak sedikit siswa yang merasa terbebani dan stress. Mereka mengalami keletihan baik fisik maupun mental. Mereka menganggap bahwa Ujian Nasional benar-benar sebuah fenomena "mengerikan" yang sangat menentukan masa depan mereka. Dan tak sedikit pula guru-guru yang merasa sangat amat terbebani. Takut dan cemas jika para siswa-siswi didiknya tak lulus. Dan tentu saja, tak ketinggalan para Kepala Sekolah pun merasa was-was, jika sampai siswa-siswinya banyak tidak lulus maka nama baik sekolahlah taruhannya.

Sering kita dengar "Pendidikan Sepanjang Hayat", learning all the time...Bahwa sekolah tempat dimana para siswa diharapkan dapat menghayati bahwa belajar adalah sebuah proses seumur hidup. Belajar adalah sebuah kebiasaan hidup. Belajar di sekolah merupakan proses pembentukan pribadi yang siap melakukan sesuatu yang bermanfaat dalam hidup.

Namun dengan adanya UAN, sepertinya konsep pendidikan sepanjang hayat pun hanya akan terurai dalam lembar - lembar soal Ujian.

Supported by :

Read More ..

Rabu, 07 April 2010

Cara Belajar Efektif

Sebagai pelajar tugas Anda adalah belajar dengan baik demi tercapainya cita-cita yang diinginkan untuk masa depan anda. Ujian sekolah telah tiba. Pastinya waktu belajar pun jadi makin sempit. Tapi jangan panik! Justru penting buat anda untuk mempersiapkan diri dengan baik. Caranya? Apalagi kalo bukan sistem belajar yang efektif!. Denger kalimat ‘belajar’ buat beberapa orang mungkin emang asik tapi bagi beberapa orang lainnya, mungkin males banget. Apa yang diomongkan gak segampang ngejalaninnya. Orang belajar pastinya, beda sama main internet atau facebookan, main game dan ngerjain hal-hal asik lainnya. Anda males belajar mungkin karna cara belajar Anda selama ini kurang benar. Anda belajar pas waktu ulangan atau ujian aja.

Sekarang waktunya ganti cara belajar kamu dengan cara belajar yang lebih bener, yang lebih jelas dan lebih mungkin hasilnya, dibandingi sistem belajar kebut semalem yang selama ini kamu lakukan. Yang namanya efektif, konotasinya lebih kurang singkat dan padat. Jadi tidak penting berapa lama kamu belajar, tapi secepat apa kamu bisa menyerap materi yang kamu pelajari. Kamu cuma perlu mencoba dan berlatih dan jangan gampang menyerah!!!

1. Pastiin kamu konsentrasi penuh waktu ngikutin pelajaran di sekolah. Gunanya, kamu lebih mudah inget lagi pas kamu harus mengulang pelajaran tersebut.

2. Ulang kembali pelajaran yang telah didapat di sekolah.
Mengulang kembali pelajaran yang didapat di sekolah akan mempermudah kamu mengingat kemabli pelajaran tersebut.

4. Mengulangi pelajaran tidak selalu dan tidak harus dengan cara menulis dan membaca. Dengan mengajari temen lain tentang materi pelajaran yang kamu terima, bikin kamu ingat materi itu dan kamu sendiri jadi makin mengerti.

5. Belajar SKS (sistem kebut semalam) atau belajar dadakan udah pasti gak bagus. Se-enggaknya sebulan sebelumnya kamu udah start. Caranya, dengan bikin ringkasan dan kesimpulan tiap buat pelajaran.

6. Di sini, di Indonesia kebanyakan orang belajar pas sore atau malam hari, tapi di negara lain ada kebiasaan yang beda loh, remaja di sana belajarnya kebanyakan siang hari. Dengan kondisi tubuh yang masih segar, membuat mereka lebih mudah konsentrasi. Sore atau malam harinya cuma mereka pake buat ngerjain tugas-tugas skul yang lebih ringan, bikin PR misalnya.

7. Kalau perlu dan mungkin memang perlu, istirahat atau off duli dari kegiatan rutin yang menyita banyak energi, misalnya olahraga. Kalo selama ini rutin berolah raga, coba selama musim ujian di istirahatin dulu.

6. Belajar sambil mendengarkan musik, pilih musik yang tenang tapi menggugah. Musik klasik seperti Beethoven atau Mozart bisa membantu kamu, karena musik ini cocok banget buat menemani kamu selama mengerjakan tugas dan belajar di rumah.

Supported by :


Read More ..

Selasa, 06 April 2010

Perilaku Nyontek dalam Pendidikan

Menyontek memang bukan hal yang baru dalam dunia pendidikan, yang biasanya dilakukan oleh seorang atau sekelompok siswa/mahasiswa pada saat menghadapi ulangan atau ujian, misalnya dengan cara melihat catatan atau melihat pekerjaan teman atau orang lain. Sebenarnya, secara formal setiap sekolah atau institusi pendidikan lainnya pasti telah memiliki aturan baku yang melarang para siswanya untuk melakukan tindakan menyontek. Namun kadang kala dalam prakteknya sangat sulit untuk menegakkan aturan yang satu ini, pemberian sanksi atas tindakan nyontek yang tidak tegas dan tidak konsisten merupakan salah satu faktor maraknya perilaku nyontek.

Semakin berkembangnya teknologi informasi,dengan hadirnya internet ketika para siswa atau mahasiswa diberi tugas oleh guru atau dosen untuk membuat makalah atau karya ilmiah, banyak yang meng-copy- paste berbagai tulisan yang ada dalam internet.

Yang lebih mengerikan justru tindakan nyontek dilakukan secara terrencana dan konspiratif antara siswa dengan guru, tenaga kependidikan (baca: kepala sekolah, birokrat pendidikan, pengawas sekolah, dll) atau pihak-pihak lainnya yang berkepentingan dengan pendidikan, seperti yang terjadi pada saat Ujian Nasional.

Hal ini merupakan tindakan amoral yang sangat luar biasa, justru dilakukan oleh orang-orang yang berlabelkan “pendidikan”. Mereka secara tidak langsung telah mengajarkan kebohongan kepada siswanya, dan telah mengingkari hakikat dari pendidikan itu sendiri. Sekolah-sekolah yang permisif terhadap perilaku nyontek dengan berbagai bentuknya, sudah semestinya ditandai sebagai sekolah berbahaya, karena dari sekolah-sekolah semacam inilah kelak akan lahir generasi masa depan pembohong dan penipu yang akan merugikan banyak orang. Mereka yang melakukan perilaku nyontek pada umumnya memiliki kelemahan dalam perkembangan moralnya, mereka belum memahami dan menyadari mana yang baik dan buruk dalam berperilaku. Selain itu, perilaku nyontek boleh jadi disebabkan pula oleh kurangnya harga diri dan rasa percaya diri, Padahal kedua aspek psikologi inilah yang justru lebih penting dan harus dikembangkan melalui pendidikan untuk kepentingan keberhasilan masa depan siswanya

Supported by :

Read More ..

Gambaran Umum Dunia Pendidikan di Indonesia

Berbicara soal pendidikan, didalamnya tidak terlepas dari peran dan tanggung jawab pemerintah terhadap peningkatan kualitas SDM di indonesia. Termasuk juga peranan masyarakat sebagai pelaku utama pendidikan. Kesadaran masyarakat bahwa pendidikan bukan sekedar formalitas belaka namun mengerti dan memahami dengan benar bagaimana berinvestasi pada pendidikan. Peranan pemerintah melalui kebijakan-kebijakan pendidikan tidak akan maksimal tanpa partisipasi masyarakat didalamnya, mengingat adanya pemikiran yang berkembang di kalangan masyarakat untuk investasi didunia kerja (bekerja atau lainnya) daripada investasi pendidikan. Mungkin masih dapat diterima jika mengacu pada masyarakat yang kurang mampu.

Banyak sudah kita dengarkan saran dan kritik untuk mengatasi persoalan pada sistem pendidikan kita. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, topik-topik tersebut mengalami ketidakpastian dalam pengaplikasiannya. Tampaknya kita berputar-putar dalam lingkaran dan maju7 secara perlahan jika kata “kemandekan” atau “kegagalan” terlalu vulgar untuk diutarakan. Pemerintah dan organisasi pendidikan di indonesia terlalu sibuk dengan sistem informasi manageman, analisis finansial, angka kelulusan dan data-data kuantitatif lainnya sehingga terpisah jauh dari jantung pendidikan itu sendiri. Dalam beberapa tahun terakhir ini. Devaluasi standart kualitas pendidikan tidak hanya melanda organisasi pendidikan saja, tetapi telah merusak sistem pendidikan kita.

Bukti nyata dari gejala-gejala ketidakefektifan pendidikan di indonesia adalah banyaknya penggangguran di indonesia termasuk “produk-produk gagal” bertitle S1 meskipun hal ini tidak terlepas dari dampak krisis ekonomi dunia tapi setidaknya indikasi bahwa produk pendidikan kita belum siap berhadapan dengan kerasnya globalisasi dan persaingan didunia luar. Data statistik yang banyak dilansir media-media yang beredar memang menyebutkan bahwa tingkat penggangguran di indonesia telah mengalami penurunan, dilihat dari tingkat pertumbuhan ekonomi indonesia yang semakin membaik. Tapi realita di lapangan masih menyisakan keprihatinan tersendiri. Bagaimana tidak, masih banyak pekerjaan yang tidak layak disebut pekerjaan seperti pemecah batu, penambang pasir hingga pekerja seks yang mengkomersilkan diri (mungkin hal semacam ini dimasukan oleh organisasi-organisasi yang melakukan survey sehingga data statistik pertumbuhan ekonomi kita mengalami peningkatan) meskipun variabel-variabel tersebut tidak dapat dipakai sebagai patokan utama penilaian keberhasilan atau kegagalan pendidikan di indonesia. Setidaknya saya selalu berpendapat bahwa kemiskinan itu identik dengan kebodohan. Dan jika masyarakat kita masih banyak yang hidup dalam kemiskinan, saya dengan mudah menyimpulkan bahwa pendidikan kita mengalami kegagalan. Yang jelas kualitas pendidikan kita akan selalu menjadi tanda tanya besar di masa yang akan datang.

Supported by :


Read More ..

Pendidikan di Indonesia

Pendidikan di indonesia selalu menjadi persoalan yang belum mampu diselesaikan oleh pemerintah. Mulai dari mahalnya biaya pendidikan hingga kualitas pendidikan yang masih dipertanyakan. Data kuantitatif masyarakat yang mengenyam pendidikan tidak berbanding lurus dengan kualitas SDM di indonesia. Artinya, jika dikaitkan dengan kesjahteraan penduduk (tingkat kemiskinan dan penggangguran), peranan pendidikan belum mampu memberikan perubahan positif yang signifikan. Bahkan gelar sarjana pun tidak menjamin bahwa individu tersebut mampu dan siap menjawab tantangan globalisasi termasuk persaingan di dunia kerja.

Sejauh ini, kebijakan-kebijakan yang ada seperti sekolah gratis, pelatihan tenaga pengajar hingga kontroversial penerapan ujian nasional dan kurikulum yang diterapkan menjadi jawaban yang menguap begitu saja. Belum sepenuhnya mampu mengangkat dan memberikan perubahan ke arah yang lebih baik dalam tatanan masyarakat. Dengan kata lain, pendidikan masih bersifat formalitas belaka, belum menyentuh ke arah peningkatan kualitas SDM di indonesia.

Beberapa pertanyaan yang layak untuk dikaji lebih mendalam untuk memaksimalkan pendidikan di di indonesia antara lain:

1. Apakah kurikulum yang ada telah sesuai dengan perkembangan saat ini?
2. Apakah jumlah tenaga pengajar sudah sesuai dengan dengan jumlah kebutuhan?
3. Seberapa sering tenaga pengajar mendapatkan tambahan pelatihan?
4. Apakah dana yang dianggarkan untuk pendidikan mampu memberikan fasilitas-fasilitas pendidikan?misalnya gedung yang layak, komputer dsb.
5. Kebijakan apa saja yang sudah diterapkan oleh pemerintah di dunia pendidikan? Apakah efektif? Standart apa yang dipakai dalam mengevaluasi kebijakan pendidikan?
6. Apa sasaran utama pendidikan baik jangka pendek maupun jangka panjang?
7. Apakah pendidikan telah menyentuh seluruh lapisan masyarakat di indonesia?
8. Apakah masyarakat memiliki kesadaran mengenai pentingnya investasi pada pendidikan? Perlukah sosialisasi?

Menurut saya, salah satu penyakit dalam dunia pendidikan dapat diidentifikasi dengan 8 pertanyaan diatas. Meskipun masih banyak faktor-faktor lain diluar batas pemikiran saya seperti penggelapan dana pendidikan hingga pola pikir pelaku pendidikan jika dilihat dari skala sosiologi.

Supported by :


Read More ..

Minggu, 04 April 2010

Internet Dalam Proses Belajar dan Mengajar

Kekayaan akan informasi yang sekarang tersedia di Internet telah lebih mencapai harapan dan bahkan imajinasi dari para penemu system yang pertama. Internet awalnya diciptakan untuk kebutuhan system pertahanan militer supaya dapat didesentralisasikan sehingga dapat mengurangi resiko kerusakkan total, mungkin saja hal inibisa terjadi apabila sistem sentral komputer utama dimusnahkan.

Internet juga dapat didesentralisasikan dan diberdayakan. Dengan menggunakan internet kita dapat mengakses sumber-sumber informasi tanpa batas dan sedang berkembang secara cepat sekali. Kita dapat berkomunikasi secara masing-masing atau secara massa yang dapat dilakukan dimana saja diseluruh dunia hanya dalam waktu beberapa detik saja. Kita dapat menyebarkan (publish) informasi yang bisa di akses dari mana saja di seluruh dunia dalam waktu singkat sekali. Kita dapat berkomunikasi secara langsung (real time) melalui telepon dan unit video processing. Kita bisa melakukan "chat" melalui jaringan gratis "chat" yang sangat luas yaitu mIRC.

Bagi para guru internet menawarkan beberapa kesempatan untuk diraih:

Pengembangan Profesional
(a) Meningkatkan pengetahuan
(b) Berbagi sumber diantara rekan sejawat/ sedepartemen
(c) Bekerjasama dengan guru-guru dari luar negeri
(d) Kesempatan untuk menerbitkan /mengumumkan secra langsung
(e) Mengatur komunikasi secara teratur
(f) Berpatisipasi dalam forum dengan rekan sejawat baik local maupun internasional.
Sumber bahan mengajar :
(a). Mengakses rencana belajar mengajar & metodologi baru
(b). Bahan baku & bahan jadi cocok untuk segala bidang pelajaran
(c). Mengumumkan dan berbagi sumber. Sangat tingginya popularitas atau sangat tingginya minat untuk meningkatkan siswa lebih terfokus belajar.

Untuk siswa Internet menawarkan kesempatan untuk;

Belajar sendiri secara cepat :
(a). Meningkatkan pengetahuan
(b). Belajar berinteraktif
(c). Mengembangkan kemampuan di bidang penelitian
Memperkaya diri :
(a). Meningkatkan komunikasi dengan siswa lain
(b). Meningkatkan kepekaan akan permasalahan yang ada diseluruh dunia

Walaupun Internet berpotensi untuk menyampaikan keuntungan-keuntungan tersebut bagi para guru maupun para siswa, pemakaian Internet di kelas hendaknya harus disusun sedemikian rupa dengan belajar mendefisinasikan secara obyektif. Kegiatan siswa juga harus dimonitor dengan baik.

Supported by :


Read More ..

Jumat, 02 April 2010

Cara Belajar Bahasa Inggris Dari Website

Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa yang paling banyak di dunia. Mendapatkan pekerjaan yang baik di banyak negara sekarang tergantung pada bagaimana Anda fasih dalam bahasa Inggris. Hal ini dapat mudah di beberapa daerah, keras pada orang lain. Jika Anda memiliki koneksi internet dan komputer, namun, ada sejumlah sumber daya yang dapat Anda gunakan di Web untuk melatih bahasa Inggris Anda. Apakah Anda seorang pemula, kemampuan sedang, atau cukup maju, ada banyak cara bagi Anda untuk meningkatkan bahasa Inggris Anda melalui Website

Petunjuk :

Langkah 1.
Pelajari abjad Inggris. Website "Belajar Bahasa Inggris Dasar-dasar" memiliki grafik dari abjad Inggris ditambah seluruh file audio untuk pengucapan. Hal ini juga memiliki alfabet dipecah menjadi vokal dan konsonan dan grafik abjad fonetis. Situs yang sama juga memiliki sumber daya tentang kapitalisasi dan simbol umum dan tanda baca.


Langkah 2
Setelah Anda melakukan ini, atau jika Anda sudah tahu abjad, mulai membangun kosa kata Anda. British Council memiliki beberapa sumber daya yang sangat baik untuk membangun kosa kata di situs tersebut. BC memiliki kosakata yang diselenggarakan oleh tema, seperti olah raga dan makanan, dan Anda kemudian dapat menguji dan praktek pengetahuan Anda melalui kuis dan permainan, seperti versi online Hangman, ras kosakata, dan Tangga Belajar, sebuah adaptasi online dari permainan papan Ular (atau Chutes) dan Tangga.

langkah 3
Setelah Anda mulai membangun saham yang bagus dari kosa kata, Anda akan perlu belajar tata bahasa tertentu untuk menggunakannya. Wartawan BBC Halaman Skillwise memiliki sumber daya beberapa tata bahasa yang cocok untuk orang dewasa belajar bahasa Inggris. Ada fakta lembar, lembar kerja, dan kuis bagi Anda untuk belajar dan adverbia praktek, tenses verba, pronomina, apostrof, perjanjian subjek-kata kerja, kata sifat, petunjuk, menyatukan kalimat sederhana, bergabung dengan kalimat, dan bagaimana menggunakan koma. Skillwise juga memiliki area bagi Anda untuk berlatih ejaan, meningkatkan kosakata Anda, dan praktek sangat penting keterampilan mendengarkan.

langkah 4
Mengembangkan kemampuan membaca Anda. Halaman Skillwise juga memiliki bagian bagi Anda untuk belajar elemen bacaan bahasa Inggris, seperti menggelapkan, meringkas, scanning, dan mengenali berbagai jenis teks. Jika Anda hanya ingin berlatih membaca dan pemahaman, situs yang sama juga memiliki bagian yang penuh dengan cerita bahasa Inggris yang dikirimkan oleh siswa di Inggris.

langkah 5
Jangan mengabaikan tulisan Anda. Semakin banyak Anda menulis, semakin baik Anda akan baik mempelajari dan mengingat kosakata dan tata bahasa. Skillwise memiliki bagian menulis, diatur dalam mendapatkan bantuan dengan format dan struktur, proofreading, dan paragraf. Website ini "Rong Chang" juga memiliki banyak cara untuk berlatih menulis bahasa Inggris online. Ada banyak kegiatan untuk membantu Anda membuat ya atau tidak kalimat atau "wh-" pertanyaan, tenses praktek, menguraikan kalimat, gunakan suara pasif, klausa nomina, dan klausa kata sifat, dan banyak lagi.

langkah 6
Praktik mendengarkan Anda. Ada ratusan podcast dikembangkan untuk mengajar dan mempraktekkan bahasa Inggris sebagai Bahasa Kedua. Situs Rong Chang memiliki daftar ekstensif podcast ESL. Download podcast atau hanya mendengarkan online.

Supported by :

Read More ..

Senin, 29 Maret 2010

Cara Mengatur Pekerjaan Rumah Anda

Tidak peduli apa tingkat sekolah Anda, menjadi seorang mahasiswa berarti bahwa Anda diberi pekerjaan rumah atau tugas oleh dosen dan instruktur yang berbeda, di setiap mata pelajaran yang berbeda secara bersamaan mahasiswa terdaftar masuk Dengan penuh beban akademik, mahasiswa dapat dengan mudah menemukan menumpuk pekerjaan rumahnya lebih cepat daripada yang dapat mengelola. Untuk membantu Anda secara efektif menyelesaikan pekerjaan rumah Anda, Anda memerlukan strategi pengorganisasian pekerjaan rumah yang baik untuk membantu Anda menyusun tugas berdasarkan tanggal, kesulitan, dan subjek. Berikut adalah cara untuk mengatur pekerjaan rumah Anda.

1. Komputer. Anda dapat membuat rencana kerja sederhana di komputer user friendly aplikasi seperti MS Word dan MS Excel. Buatlah sebuah meja sederhana dengan empat kolom. Dalam kolom pertama, menulis kursus di mana Anda terdaftar. Kolom kedua bisa dilabeli sebagai 'Tugas-Tugas. " Ini adalah di mana Anda akan menempatkan topik setiap penugasan, serta berbagai petunjuk untuk mencapai mereka. Kolom ketiga akan berisi tenggat waktu, yang akan membantu Anda untuk menjadwalkan tugas-tugas yang harus dilakukan pertama. Kolom keempat bisa dilabeli dengan 'Status,' yang akan Anda gunakan untuk menentukan tugas-tugas Anda sudah selesai. Anda juga dapat menambahkan komentar dan komentar tentang tugas di kolom ini, atau Anda dapat membuat kolom terpisah.

2. Pendekatan sekolah tua. Yang penting adalah untuk dapat menyelesaikan pekerjaan rumah Anda dan mengirimkannya tepat waktu. Anda dapat menggunakan cara-cara sederhana mengatur tugas Anda, misalnya dengan menggunakan selembar kertas atau buku catatan pengingat. Mengatur dan menuliskan semua tugas yang masuk di notebook ini. Pastikan bahwa anda memeriksa buku catatan Anda secara teratur agar Anda akan mengetahui setiap tugas tenggat waktu mendatang. Anda juga dapat menggunakan kalender desktop yang besar, dimana tugas ini akan ditulis dalam tanggal di kalender mana tugas yang jatuh tempo.

3. Post It. Anda juga dapat menggunakan Post-Its untuk mengatur pekerjaan rumah. Tetapkan dinding di depan meja kerja Anda di mana Anda dapat menempatkan Post-Its. Gunakan warna yang berbeda untuk setiap mata pelajaran, untuk memungkinkan Anda untuk mengatur tugas menurut subyek. Pastikan bahwa Anda memilih yang bersih dan halus dinding untuk posting pengingat Anda. Dinding bersih memungkinkan Anda untuk menata ulang pengingat dalam urutan kronologis, sehingga Anda dapat mengukur seberapa banyak waktu yang Anda miliki sebelum tenggat waktu sudah habis. Sebagai alternatif ke Post-It, Anda juga dapat membeli papan putih, di mana Anda dapat menuliskan pengingat. Papan putih mudah dibersihkan dan dapat digunakan untuk waktu yang sangat lama.

Tidak peduli berapa banyak pekerjaan rumah Anda di sekolah, dengan strategi pengorganisasian yang baik akan memudahkan Anda untuk mengatasinya. Ini adalah dasar-dasar yang harus Anda coba. Anda juga dapat menggabungkan berbagai langkah, untuk memungkinkan Anda untuk membuat skema yang lebih efektif yang dirancang untuk belajar kebiasaan Anda.


Supported by :

Read More ..

Kunci Jawaban Beredar Via SMS

Senin, 29 Maret 2010

KETAPANG
- Ketapang dihebohkan dengan beredarnya SMS kunci jawaban ujian nasional untuk tinglat SMP/MTSN. Namun, sebaiknya hal ini jangan dipercaya karena sangat diragukan kebenarannya. Siswa diminta untuk mengabaikan kiriman SMS gelap tersebut. Apalagi menjelang Unas seperti sekarang. ‘’Peserta diharapkan tidak percaya akan SMS kunci jawaban yang belum tentu kebenarannya yang beredar via SMS. Para peserta Unas untuk percaya pada kemampuan sendiri,’’ ujar Kepala Dinas Pendidikan Ketapang Drs HM Mansyur M.Si. Dia menambahkan seluruh persiapan Unas berjalan sesuai aturan berlaku. Mulai persiapan soal hingga pengawas maupun tempat ujian. Ia berharap Unas tingkat SMP se-derajat berjalan lancar seperti Unas SMA sederajat.

Sebanyak 4.816 siswa SMP/MTSN seluruh Kabupaten Ketapang akan mengikuti ujian nasional (Unas). Diharapkan seluruh siswa-siswi serius menghadapi Unas kali ini, bahkan semua pihak berharap Unas berjalan lancar. Mansyur mengatakan peserta Unas SMP se-derajat untuk tetap konsentrasi belajar dan menjaga kesehatan diri, sehingga bisa mengikuti seluruh proses Unas dengan baik. Bahkan ia berharap tidak ada siswa ikut ujian susulan atau ujian ulang. “Harapan kita tidak ada siswa ikut ujian susulan apalagi mengulang,” harapnya. Ia juga meminta orang tua untuk mengawasi ketat proses belajar anak di rumah, sehingga fokus siswa menghadapi Unas tidak buyar.

Hal senada diungkapkan Koordinator Tim Pemantau Independen Ketapang (TPI) Unas SMP/MTSN Ismail berharap Unas berjalan sesuai yang diinginkan semua pihak. Ismail meminta semua pelajar menggunakan prinsip jujur dan percaya kepada kemampuan diri masing-masing. TPI akan menjalankan tugasnya secara profesional sesuai dengan tugas dan fungsinya. Untuk Unas SMP/MTs, TPI menurunkan 86 orang pemantau yang tersebar di seluruh Kabupaten. Apabila ada temuan atau kejanggalan, TPI akan melaporkannya ke Dinas Pendidikan untuk ditindaklanjuti. “Pemantauan akan kita lakukan sesuai dengan tugas dan fungsi yang kita emban, apabila ada kejanggalan maka akan kita buat berita acara,” jelasnya. Terkait tingkat kebocoran soal, TPI tidak dapat memperhitungkan pasti, namun TPI telah melakukan pemantau baik mulai penyimpanan soal hingga distribusi soal ke tingkat sekolah nantinya. “Kalau ada kebocorang soal maka hal tersebut akan menjadi atensi kita,” tegasnya.

Distribusi Lancar
Sedang untuk Singkawang, seluruh soal Unas SMT/MTSN pagi ini sudah didistribusikan ke lima sub rayon, Minggu (28/3) dari Dinas Pendidikan Kota Singkawang. Pendistribusian berjalan lancar. “Alhamdulillah, soal Unas sudah kita distribusikan tadi (kemarin) pagi. Dari Diknas pukul 07.30 WIB, langsung diserahkan ke lima sub rayon masing-masing. Alhamdulillah, distribusi berjalan lancar. Unas siap digelar (hari ini). Mudah-mudahan tidak ada masalah,” kata Anita Wijayanti, Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Dasar (menangani SD dan SMP) Dinas Pendidikan Kota Singkawang, kemarin (28/3).

Dijelaskan Anita, selain distribusi yang lancar, jumlah soal dan lembar jawaban juga tidak ada masalah. “Jumlah soal cukup, dan jumlah lembar jawaban (LJ) juga tidak ada masalah,” kata perempuan yang fasih berbahasa Inggris ini. Seperti diketahui, Sebanyak 3.033 pelajar SMP, MTS, dan SLB akan mengikuti Ujian Nasional (Unas) tahun ajaran 2009-2010. Dijelaskan, bahwa untuk sub rayon I, jumlah peserta adalah 838 pelajar. Sub rayon II, sebanyak 873 pelajar. Sub rayon III sebanyak 565 pelajar. Sub rayon IV ada 587 pelajar, dan sub rayon V 170 pelajar. Menurut Anita, do masing-masing sub rayon nanti, soal akan dijaga ketat. Penjagaan dilakukan oleh panitia sub rayon dan juga kepolisian. “Kita minta masing-masing dua orang petugas kepolisian untuk menjaga di masing-masing sub rayon. Saat pendistribusian tadi (kemarin) juga, dikawal aparat keamanan,” katanya.

Perempuan yang anggun mengenakan jilbab ini menambahkan, di sub rayon nanti, soal akan diambil oleh pihak sekolah penyelenggara, setiap pukul 06.00 WIB. Tidak sekaligus, melainkan per mata pelajaran atau perhari. “Nanti sekolah penyelenggara mengambil soal di sub rayon, setiap pukul 06.00 WIB. Misalnya, kalau Unas mata pelajar matematika, soal matematika dulu yang diambil, dan seterusnya. Kalau sekaligus nanti rentan, lagipula transportasi di wilayah Singkawang ini tidak ada masalah,” ujar Anita. Lebih jauh Kasi Kurikulum mengatakan, bahwa Diknas Singkawang sudah memberikan surat edaran kepada orang tua, agar memberikan dan kontrol belajar terhadap siswa-siswi di rumah. Begitu juga di sekolah. Siswa juga diimbau, untuk menjaga kesehatan agar stamina dan pikiran bisa maksimal dalam mengerjakan soal. “Kita berharap hasil yang didapat nanti, lebih baik dari kemarin. Siswa harus menjawab soal dengan baik, tanpa terkecoh sms-sms jawaban yang mudah-mudahan saja tidak ada. Siswa juga harus percaya dengan kemampuan diri sendiri, dan bersikap jujur. Peran orang tua, juga sangat menentukan prestasi siswa, untuk itu diharapkan orang tua berperan penuh,” imbau Anita. (har/ody)

Sumber : Pontianak Post

Supported by :

Read More ..

Kamis, 25 Maret 2010

Cara Memotivasi Siswa Untuk Belajar

Ada prinsip-prinsip dasar tentang bagaimana energi siswa Anda untuk belajar. Namun, konsep ini hanya teori berbasis. Terserah kepada Anda dan siswa Anda untuk membuatnya bekerja. Meskipun demikian, tidak berarti bahwa prinsip-prinsip ini tidak bekerja. Untuk memotivasi siswa Anda, Anda harus menggabungkan teori dengan tindakan. Di sinilah bagaimana Anda menempatkan satu teori untuk tindakan.


Tahu siswa secara individual dan kolektif. Beberapa guru gagal menyadari alasan di balik ketidakmampuan mereka untuk berkomunikasi ajaran mereka. Sebagian besar waktu, itu karena mereka tidak tahu siswa mereka sebagai individu dan sebagai kelompok. Ada siswa yang terlalu aktif, netral, dan pasif. Siswa netral cenderung pergi bersama angin. Mereka dapat bersikap kooperatif atau tidak, tergantung pada situasi. Siswa pasif cenderung menyendiri atau pemalu. Siswa ini adalah yang paling tidak kooperatif dalam kelompok. Mereka menghindar tetapi tidak berarti bahwa mereka tidak dapat unggul. Lalu, ada siswa yang terlalu aktif. Mereka dapat menjadi sangat termotivasi untuk melakukan hal-hal tertentu. Mereka benar-benar memiliki rencana sendiri. Mereka bisa berbuat baik jika mereka berencana untuk bekerja sama dengan Anda atau buruk jika mereka ingin Anda. Sebagai kelompok, siswa Anda memiliki hierarki. Ada orang-orang yang memimpin dan ada orang-orang yang mengikutinya.

Rencana Anda bergerak. Dengan fakta-fakta ini, Anda harus menemukan sebuah metode untuk menarik murid-murid Anda 'perhatian. Menemukan kepentingan mereka dan kelemahan. Minat mereka akan mengalihkan perhatian mereka pada Anda sedangkan kelemahan mereka akan memberitahu Anda bagian dari mereka yang membutuhkan perhatian Anda. Ini akan menciptakan perasaan lebih saling tergantung. Berencana untuk kegiatan selain kuliah kelas. Membuat beragam kegiatan kelas Anda pernah gagal. Ini menyegarkan siswa Anda 'pikiran bahkan jika mereka hanya mengambil bus bahwa sebagian besar dari mereka mengambil jalan mereka ke sekolah dan kembali. Sebagai kelompok, biarkan mereka mengikuti bawah sadar mahasiswa tertentu yang memiliki potensi untuk menjadi favorit semua orang. Pastikan bahwa murid ini juga suara Anda.

Biarkan fakta bekerja. Para siswa terlalu aktif membuat semua keributan di sekitar kelas. Jika Anda dapat membuat mereka bekerja sama, Anda pasti mendapatkan pembelajaran yang lebih ramah lingkungan. Ini berarti bahwa Anda perlu untuk bekerja pada mereka terlebih dahulu. Mendapatkan perhatian mereka pertama kemudian memberi mereka imbalan atas perilaku yang menguntungkan. Walaupun hanya ada sedikit dari jenis-jenis mahasiswa, mereka biasanya diikuti oleh siswa netral. Mahasiswa netral biasanya memiliki bagian terbesar dari tubuh mahasiswa. Kebanyakan dari mereka mencari seseorang untuk melihat sampai dengan. Yang harus Anda lakukan untuk para siswa ini adalah untuk menjaga mereka tertarik sebagai kelompok pertama siswa. Untuk jenis siswa pasif, Anda akan perlu untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka atau memeriksa gizi dan kesejahteraan sosial. Tiga faktor ini kadang-kadang mengungkapkan mengapa mereka begitu memihak. Memberikan tugas yang baik dalam kapasitas mereka. Jika gizi adalah masalah, lihat anak ke klinik sekolah atau konselor bimbingan Anda apakah masalah anda adalah lebih dari satu sosial. Pengetahuan yang baik tetapi pengetahuan yang dimasukkan ke dalam tindakan yang lebih baik. Mengeksplorasi lebih berarti untuk memotivasi siswa dengan menerapkan teori dalam praktek.

Supported by :

Read More ..